Perubahan budaya manusia berlaku sangat cepat sekarang sehingga kita lupa apa yang berlaku di sekeliling kita. Kadang-kadang perut lapar pun lupa.
Cerita ini bukan cerita yang baru dan kebanyakan manusia mengalami keadaan ini selagi kita pegang alat smartphone.
![]() |
| Busy with his smartphone |
Sehingga tahun 2005, wallet kita lebih penting dalam kehidupan harian tetapai selepas tahun 2005 hingga ke hari ini dan tahun tahun mendatang, phone lebih penting daripada dompet bagi kebanyakan orang.
Apakah yang akan berlaku selepas handphone? Adakah telefon akan masih menguasai kehidupan kita selepas 10 tahun akan datang?
Sebab telefon sekarang bukan lagi “alat komunikasi”. Ia sudah jadi identiti, bank, hiburan, pejabat, kamera, peta, dan kad akses hidup harian, sekali gus termasuk nyawa kita dan kesihatan keluarga bergantung kepada gajet ini.
Dulu orang keluar rumah akan tepuk poket belakan:
- “Wallet ada?” Kalau wallet ada, baru sah untuk keluar dari rumah ke tempat lain.
- “kunci ada?” - kalau kunci ada, wallet ada, baru boleh terus keluar.
Sekarang ramai di kalangan kita lebih panik kalau tertinggal phone daripada tertinggal dompet. Kalau pun sudah jauh jarak dari rumah, contoh, 20 km… sanggup driving pulang-balik untuk ambil phone.
Terdapat banyak sebab besar kenapa jadi macam ini:
- Semua benda sudah masuk dalam phone termasuk "nyawa" kita....
- Online banking digunakan untuk membuat transaksi pembelian.
- DuitNow QR seperti juga online banking, tetapi lebih dari itu.
- WhatsApp - pastinya alat perhubungan yang setia dan juga hiburan.
- Kamera - ini macam wajib juga untuk mengemas kini perkara-perkara yang penting dan juga yang tidak penting.
- GPS/Waze - ini memang diperlukan ketika perjalanan ke tempat baru dan tempat yang kita kurang arif.
- TikTok/Facebook - in perlu untuk gangguan hidup harian. Tanpa gangguan ini, macam hidupan kita seharian tidak lengkap.
- Email kerja - komunikasi email popular beberapa tahun dulu, tetapi sekarang kita guna whatsapp, Telegram atau fb Messenger sahaja.
- TAC bank - ini sangat penting untuk pembyaran kepada rakan perniagaan kita.
- shopping - shopping, makan dan minum tidak perlu cash lagi tetapi hanya handphone.
- Scan dokumen - penting untuk kerja-kerja rasmi atau berurusan dengan rakan niaga kita.
- Password manager - tentu sekali, sebab semua perkara di atas tidak dapat diakses.
Kalau kita hilang wallet:
- kita masih boleh pinjam duit dari kawan-kawan
- masih boleh contact orang, paling teruk melalui orang lain.
- masih boleh access bank online selagi ada handphone.
Kalau kita hilang phone:
- Rasa macam hilang separuh hidup atau 90% hidup. Gelisah tidak tentu pasal olehnya. Lebih baik hilang kenderaan atau kawan daripada hilang handphone yang penuh dengan butiran peribadi kita.
- Nampak gayanya wallet sekarang cuma “bekas kad”
Banyak orang:
- Tak bawa cash banyak, termasuk saya sendiri. Kadang-kadang wallet kosong.
- untuk mengesahkan lesen digital sekiranya ditahan oleh pihak berkuasa seperti Polis, JPJ.
- kalau kita travel guna penerbangan, boarding pass digital mesti ena ada dalam handphone.
- Resit digital untuk simpanan atau filing atau sebelum dipindahkan ke file-file tertentu di komputer atau cloud.
- e-wallet - memang kita kena ada handphone untuk penggunaan e-wallet dan e-wallet inilah yang telah menjadi bank ke-2 kita.
dalam dompet, ada orang cuma bawa:
- IC / Identity Card / Kad Pengenalan atau Teng Kee.
- lesen
- Satu debit card atau kad kredit.
Itu saja.
-
Phone sudah pun menjadi alat status sosial. Orang yang hanya guna phone dia sekitar kurang dari 5% kemampuan alat itu, mesti juga kena ada hand phone yang mahal-mahal.
- Orang atau saya sendiri akan tengok phone setiap beberapa minit sebab:
- notifikasi
- validation sosial
- kerja
- berita
- hiburan pendek
Macamlah handphone ini sejenis dadah moden dalam hidup yang sangat kita ketagih. Wallet tak bagi dopamine tetapi handphone betul-betul bagi dopamine.
Phone bagi dopamine setiap kali bunyi notification bagi segelentir manusia tetapi saya kurang sikit.
Itu sebab phone lebih “melekat” pada emosi manusia.Dunia direka untuk phone-first. Kadang-kadang kita tengok barisan sangat panjang dalam media sosial orang berbaris untuk membeli telefon version jenama baharu. Ada yang sanggup tidur di depan kedai handphone untuk tidak melepaskan peluang mendapat phone version baru jenama kesukaan mereka.
5. Sekarang hampir semua sistem anggap:
- Semua orang memiliki smartphone, termasuk petani di tengah hutan belantara.
- Internet sentiasa ada biarpun ada kawasan yang masih ada blind spot.
- QR boleh scan
- apps wajib install
Contoh:
- parking
- banking
- government apps
- food delivery
- e-hailing
Kadang-kadang orang tanpa smartphone rasa macam “terkeluar” dari sistem.
6. Phone jadi “otak luar manusia” dan juga "Organ Lain" di luar manusia.
7. Ramai orang, termasuk saya sendiri sudah tak hafal banyak perkara, termasuk:-
- nombor telefon
- nama dan arah jalan
- tarikh penting
- password
Sebab semua disimpan di dalam phone.
Jadi phone bukan sekadar alat. Ia sudah menjadi sambungan memori dan "perasaan" manusia.
Tapi, selain kenikmatan ada handphone, tidak juga terlepas dari sisi gelap juga.
Bila phone jadi alat kehidupan manusia yang utama:
- Attention span makin pendek dan kita kurang guna memori kita.
- Manusia susah fokus lama.
- anxiety bila battery low
- orang duduk semeja tapi masing-masing tengok screen
- privacy makin kurang
Ironisnya, benda yang kononnya “memudahkan hidup” juga buat manusia makin susah untuk betul-betul berehat. Dari kebiasaannya, kita masuk tidur jam 9 atau 10 malam semasa tiada smartphone. Sekarang kita biasanya tidak tidur kalau belum lepas jam 12 tengah malam… dan keesok harinya emang tidak cukup tidur. Tidak cukup tidur ini berlarutan sampai bila-bila selagi smartphone menguasai jiwa manusia, terutamanya pada yang masih muda.

Ulasan
Catat Ulasan